Thursday, 17 July 2014

Percayailah Yang Terbaik


Ada banyak hal yang tak pernah kita minta
tapi Allah tiada alpa menyediakannya untuk kita
seperti nafas sejuk, air segar, hangat mentari,
dan kicau burung yang mendamai hati
jika demikian, atas doa-doa yang kita panjatkan
bersiaplah untuk dijabah lebih dari apa yang kita mohonkan
-Dalam Dekapan Ukhuwah


Baik Sangka.. itulah topik yang saya nak kongsikan dalam post kali ini.

Baik sangka dengan Allah, juga baik sangka sesama manusia.

Baik Sangka dengan Allah

'kenapa Allah tak makbulkan doa aku? padahal aku tak pernah meninggalkan perintahnya'

'kenapa dia, yang xdelah lah baik sangat aku tengok, tapi nasib dia selalu baik, selalu je dapat apa yang dia nak'
'Ya Allah, kenapa result exam aku macam ni, sedangkan aku dah berusaha?'

Pernah tak kita mengeluh dengan apa yang berlaku pada diri kita?
cuba kita muhasabah balik diri kita?

apa yang kita terima, sama ada kesenangan atau kesusahan, kedua-duanya adalah ujian.. bila Allah bagi kita kesenangan, Allah nak uji tahap kesyukuran kita, bila dia menguji kita dengan kesusahan, dia nak uji ketabahan kita..  kita sebagai hamba, memang layak diuji.

jadi, apa sahaja takdir yang berlaku kepada kita, selepas usaha kita, bersangka baiklah dengan Allah, dengan ketetapan-Nya. Setiap apa yang Allah bagi, adalah yang tebaik untuk hambanya..Bukankah Dia pencipta kita?? So, of coz Dia Maha Mengetahui apa yang tebaik untuk kita..Yang terbaik untuk kita adalah bersangka baik dengan Allah.

sabda Rasulullah s.aw. : "Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin. Seluruh perkaranya baik baginya. Tidak ada hal seperti ini kecuali hanya pada orang mukmin. Jika dia mendapatkan kesenangan lantas dia bersyukur, maka hal itu baik baginya. Dan jika dia ditimpa kesulitan lantas dia bersabar, maka hal itu baik baginya." (Riwayat Muslim, no. 2999)

Saya bawakan di sini satu kisah yang saya dapat dalam buku DALAM DEKAPAN UKHUWAH,

ada seorang hamba Allah yang tawadhuk,bila mana sesuatu berlaku kepada diri dan keluarganya, sama ada baik atau buruk dihina atau dikagumi, dia akan menjawab, " kami tak tahu ini rahmat atau musibah, kami hanya berbaik sangka dengan Allah".. (*nak cite panjang, boleh baca buku ni ye (y))

Allahu..bagaimana pula reaksi kita bila mendapat sesuatu??
tepuk dada tanya iman..

yang tebaik untuk kita sebagai hamba adalah berbaik sangka, Bukan kah  Allah seperti sangkaan hambaNya??

Rasulullah s.a.w. bersabda: “Allah s.w.t. berfirman: Aku adalah berdasarkan kepada sangkaan hamba-Ku terhadap-Ku. Aku bersamanya ketika dia mengingati-Ku. Apabila dia mengingatiKu dalam dirinya, nescaya aku juga akan mengingatinya dalam diri-Ku. Apabila dia mengingati-Ku dalam suatu kaum, nescaya Aku juga akan mengingatinya dalam suatu kaum yang lebih baik daripada mereka. Apabila dia mendekati-Ku dalam jarak sejengkal, nescaya Aku akan mendekatinya dengan jarak sehasta. Apabila dia mendekati-Ku sehasta, nescaya Aku akan mendekatinya dengan jarak sedepa. Apabila dia datang kepada-Ku dalam keadaan berjalan seperti biasa, nescaya Aku akan datang kepadanya dalam keadaan berlari-lari anak.” H.R. Abu Hurairah

Baik Sangka Sesama Manusia

Berbaik sangka sesama manusia.. yang ni selalunya susah sikit..selalunya mudah benor kita bersangka buruk dekat orang sebelum selidik dan bertanya.. pandang je dah judge.. ouh..itu bukan sifat orang mukmin ye kawan -kawan ^_^.

disebabkan sangka buruk inilah selalu terputusnya sesuatu hubungan, persahabatan atau kekeluargaan.

disebabkan sangka buruk ini jugalah, berlakunya cerita sedih dalam sejarah Islam..tahu tak cerita apa?? hadithun ifki.. fitnah yang berlaku terhadap ummul mukminin, Saidatina Aisyah r.a.. Ya, yang menyebarkan fitnah ini, bukan seorang mukmin, dia adalah seorang munafik, iaitu Abdullah bin Ubai..
tapi, sebahagian orang mukmin juga mempercayainya..sepatutnya mereka bersangka baik dengan Saidatina Aisyah, bukankah mereka mengenali siapa Aisyah??

Kita ambil contoh mulia dari pasangan Abu Ayyub dan Ummu Ayyub, bila mana mendengar cerita tersebut, bertanya sang suami kepada isterinya," Andai engkau adalah Aisyah, mungkinkah engkau melakukan hal itu?"

jawab Ummu Ayyub, "aku berlindung kepada Allah dari yang sedemikian. Sesungguhnya aku memandang zina sebagai sesuatu yang hina dan keji. Ia adalah seburuk-buruk jalan, sesuatu yang takkan terfikir untuk kulakukan meski datang kesempatan untuk itu."

balas Abu Ayyub, "demikian juga aku, aku juga berlindung dari Allah dari hal sedemikian. Padahal sungguh, Aisyah lebih baik dari diriku dan Safwan lebih baik daripada diriku. Mka lebih tak mungkin lagi mereka melakukannya. Sungguh berita ini adalah sebuah kedustaan yang nyata."

Subhanallah, muliakan sikap mereka?? dengan bersangka baik, hati kita akan lebih tenang.

sama ada kita kenal atau tidak sikap sesorang itu, sebelum mengetahui atau selidik, tugas kita adalah bersangka baik dan berlapang dada.

Sheikh Abdul Kadir Al-Jailani pernah berkata : "Selama hidup di dunia ini, yang terbaik adalah menyelamatkan hati dari buruk sangka.”

So..as the conclusion..yang terbaik buat kita sebagai hamba yang berimn, adalah berbaik sangka dengan Allah dan juga sesama insan ^_^..

wallahua'lam, moga bermanfaat :)



Friday, 11 July 2014

Kita, Prasangka, Mereka

Kita hidup di tengah-tengah khalayak
Yang selalu berbaik sangka...

Alangkah berbahayanya
Terlalu percaya pada baik sangka mereka
Membuat kita tak lagi jujur pada diri
Atau menginsafi bahwa kita tak seindah prasangka itu

Tapi keinsafan membuat kadang terfikir
Bersediakah mereka tetap jadi saudara
Saat tahu siapa kita sebenarnya
Kadang terasa, bersediakah dia tetap menjadi sahabat
Saat tahu hati kita tak tulus, penuh noda dan karat
Dan...bersediakah dia tetap mendampingi kita dalam dekapan ukhuwah
Ketika tahu bahwa iman kita berlubang-lubang

Inilah bezanya kita dengan Sang Nabi
Baginda dipercaya, kerana baginda dikenal
Sebagai Al-Amin, orang yg tepercaya
Sementara kita dipercaya, justru kerana
Mereka semua tidak mengenal kita...

Yang ada hanya baik sangka...

Maka, mari kita hargai dan jaga semua baik sangka itu
Dengan berbuat sebaik-baiknya
Atau sekurangnya dengan doa yang diajarkan Abu Bakar
Lelaki yang penuh baik sangka terhadap diri dan sesamanya

"Ya Allah, jadikan aku lebih daripada semua yang mereka sangka,
Dan ampuni aku atas aib-aib yang mereka tak tahu.."

Atau doa seorang tabiin yg mulia:
"Ya Allah, jadikan aku dalam pandanganku sendiri seburuk-buruk makhluk,
Dalam pandangan manusia sebagai yang tengah-tengah,
Dan dalam pandanganMu sebagai yang paling mulia."

*Dalam dekapan ukhuwah- Salim A. Fillah

Thursday, 17 July 2014

Percayailah Yang Terbaik


Ada banyak hal yang tak pernah kita minta
tapi Allah tiada alpa menyediakannya untuk kita
seperti nafas sejuk, air segar, hangat mentari,
dan kicau burung yang mendamai hati
jika demikian, atas doa-doa yang kita panjatkan
bersiaplah untuk dijabah lebih dari apa yang kita mohonkan
-Dalam Dekapan Ukhuwah


Baik Sangka.. itulah topik yang saya nak kongsikan dalam post kali ini.

Baik sangka dengan Allah, juga baik sangka sesama manusia.

Baik Sangka dengan Allah

'kenapa Allah tak makbulkan doa aku? padahal aku tak pernah meninggalkan perintahnya'

'kenapa dia, yang xdelah lah baik sangat aku tengok, tapi nasib dia selalu baik, selalu je dapat apa yang dia nak'
'Ya Allah, kenapa result exam aku macam ni, sedangkan aku dah berusaha?'

Pernah tak kita mengeluh dengan apa yang berlaku pada diri kita?
cuba kita muhasabah balik diri kita?

apa yang kita terima, sama ada kesenangan atau kesusahan, kedua-duanya adalah ujian.. bila Allah bagi kita kesenangan, Allah nak uji tahap kesyukuran kita, bila dia menguji kita dengan kesusahan, dia nak uji ketabahan kita..  kita sebagai hamba, memang layak diuji.

jadi, apa sahaja takdir yang berlaku kepada kita, selepas usaha kita, bersangka baiklah dengan Allah, dengan ketetapan-Nya. Setiap apa yang Allah bagi, adalah yang tebaik untuk hambanya..Bukankah Dia pencipta kita?? So, of coz Dia Maha Mengetahui apa yang tebaik untuk kita..Yang terbaik untuk kita adalah bersangka baik dengan Allah.

sabda Rasulullah s.aw. : "Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin. Seluruh perkaranya baik baginya. Tidak ada hal seperti ini kecuali hanya pada orang mukmin. Jika dia mendapatkan kesenangan lantas dia bersyukur, maka hal itu baik baginya. Dan jika dia ditimpa kesulitan lantas dia bersabar, maka hal itu baik baginya." (Riwayat Muslim, no. 2999)

Saya bawakan di sini satu kisah yang saya dapat dalam buku DALAM DEKAPAN UKHUWAH,

ada seorang hamba Allah yang tawadhuk,bila mana sesuatu berlaku kepada diri dan keluarganya, sama ada baik atau buruk dihina atau dikagumi, dia akan menjawab, " kami tak tahu ini rahmat atau musibah, kami hanya berbaik sangka dengan Allah".. (*nak cite panjang, boleh baca buku ni ye (y))

Allahu..bagaimana pula reaksi kita bila mendapat sesuatu??
tepuk dada tanya iman..

yang tebaik untuk kita sebagai hamba adalah berbaik sangka, Bukan kah  Allah seperti sangkaan hambaNya??

Rasulullah s.a.w. bersabda: “Allah s.w.t. berfirman: Aku adalah berdasarkan kepada sangkaan hamba-Ku terhadap-Ku. Aku bersamanya ketika dia mengingati-Ku. Apabila dia mengingatiKu dalam dirinya, nescaya aku juga akan mengingatinya dalam diri-Ku. Apabila dia mengingati-Ku dalam suatu kaum, nescaya Aku juga akan mengingatinya dalam suatu kaum yang lebih baik daripada mereka. Apabila dia mendekati-Ku dalam jarak sejengkal, nescaya Aku akan mendekatinya dengan jarak sehasta. Apabila dia mendekati-Ku sehasta, nescaya Aku akan mendekatinya dengan jarak sedepa. Apabila dia datang kepada-Ku dalam keadaan berjalan seperti biasa, nescaya Aku akan datang kepadanya dalam keadaan berlari-lari anak.” H.R. Abu Hurairah

Baik Sangka Sesama Manusia

Berbaik sangka sesama manusia.. yang ni selalunya susah sikit..selalunya mudah benor kita bersangka buruk dekat orang sebelum selidik dan bertanya.. pandang je dah judge.. ouh..itu bukan sifat orang mukmin ye kawan -kawan ^_^.

disebabkan sangka buruk inilah selalu terputusnya sesuatu hubungan, persahabatan atau kekeluargaan.

disebabkan sangka buruk ini jugalah, berlakunya cerita sedih dalam sejarah Islam..tahu tak cerita apa?? hadithun ifki.. fitnah yang berlaku terhadap ummul mukminin, Saidatina Aisyah r.a.. Ya, yang menyebarkan fitnah ini, bukan seorang mukmin, dia adalah seorang munafik, iaitu Abdullah bin Ubai..
tapi, sebahagian orang mukmin juga mempercayainya..sepatutnya mereka bersangka baik dengan Saidatina Aisyah, bukankah mereka mengenali siapa Aisyah??

Kita ambil contoh mulia dari pasangan Abu Ayyub dan Ummu Ayyub, bila mana mendengar cerita tersebut, bertanya sang suami kepada isterinya," Andai engkau adalah Aisyah, mungkinkah engkau melakukan hal itu?"

jawab Ummu Ayyub, "aku berlindung kepada Allah dari yang sedemikian. Sesungguhnya aku memandang zina sebagai sesuatu yang hina dan keji. Ia adalah seburuk-buruk jalan, sesuatu yang takkan terfikir untuk kulakukan meski datang kesempatan untuk itu."

balas Abu Ayyub, "demikian juga aku, aku juga berlindung dari Allah dari hal sedemikian. Padahal sungguh, Aisyah lebih baik dari diriku dan Safwan lebih baik daripada diriku. Mka lebih tak mungkin lagi mereka melakukannya. Sungguh berita ini adalah sebuah kedustaan yang nyata."

Subhanallah, muliakan sikap mereka?? dengan bersangka baik, hati kita akan lebih tenang.

sama ada kita kenal atau tidak sikap sesorang itu, sebelum mengetahui atau selidik, tugas kita adalah bersangka baik dan berlapang dada.

Sheikh Abdul Kadir Al-Jailani pernah berkata : "Selama hidup di dunia ini, yang terbaik adalah menyelamatkan hati dari buruk sangka.”

So..as the conclusion..yang terbaik buat kita sebagai hamba yang berimn, adalah berbaik sangka dengan Allah dan juga sesama insan ^_^..

wallahua'lam, moga bermanfaat :)



Friday, 11 July 2014

Kita, Prasangka, Mereka

Kita hidup di tengah-tengah khalayak
Yang selalu berbaik sangka...

Alangkah berbahayanya
Terlalu percaya pada baik sangka mereka
Membuat kita tak lagi jujur pada diri
Atau menginsafi bahwa kita tak seindah prasangka itu

Tapi keinsafan membuat kadang terfikir
Bersediakah mereka tetap jadi saudara
Saat tahu siapa kita sebenarnya
Kadang terasa, bersediakah dia tetap menjadi sahabat
Saat tahu hati kita tak tulus, penuh noda dan karat
Dan...bersediakah dia tetap mendampingi kita dalam dekapan ukhuwah
Ketika tahu bahwa iman kita berlubang-lubang

Inilah bezanya kita dengan Sang Nabi
Baginda dipercaya, kerana baginda dikenal
Sebagai Al-Amin, orang yg tepercaya
Sementara kita dipercaya, justru kerana
Mereka semua tidak mengenal kita...

Yang ada hanya baik sangka...

Maka, mari kita hargai dan jaga semua baik sangka itu
Dengan berbuat sebaik-baiknya
Atau sekurangnya dengan doa yang diajarkan Abu Bakar
Lelaki yang penuh baik sangka terhadap diri dan sesamanya

"Ya Allah, jadikan aku lebih daripada semua yang mereka sangka,
Dan ampuni aku atas aib-aib yang mereka tak tahu.."

Atau doa seorang tabiin yg mulia:
"Ya Allah, jadikan aku dalam pandanganku sendiri seburuk-buruk makhluk,
Dalam pandangan manusia sebagai yang tengah-tengah,
Dan dalam pandanganMu sebagai yang paling mulia."

*Dalam dekapan ukhuwah- Salim A. Fillah